Nyabu, Biduan Cantik Diadili

0
21
Yolla Berlin
Yolla Berlin saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya

SURABAYA. Yolla Berlin, terdakwa dalam kasus narkotika berbahaya (Narkoba) jenis sabu, kembali menjalani sidang lanjutan dengan agenda pemeriksaan saksi penangkap di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Senin 2 September 2019.

Dalam persidangan, Fabianes George, saksi penangkap yang bertugas di Satreskoba, Polrestabes Surabaya, mengatakan kepada majelis hakim jika terdakwa ditangkap di sebuah kos (Zona Homestay) dan mengaku sabu seberat brutto 0,12 gram untuk dipakai sendiri.

“Saya tangkap di kosnya. Setelah digeledah, ditemukan sabu di dalam saku di kantong sebelah kiri. Ngakunya di pakai sendiri,” kata saksi Fabianes, saat memberikan keterangan di ruang Candra.

Selanjutnya, usai pemeriksaan saksi, hakim Eko kemudian melanjutkan agenda sidang ke pemeriksaan terdakwa. Saat di tanya terkait berapa lama terdakwa mengkonsumsi narkoba, Yolla mengaku sudah enam bulan

” Saya beli harga 200 ribu satu paket,” ucap terdakwa yang saat sidang di dampingi kuasa hukumnya, Farah.”Biar semangat, ceria pak hakim,” tambah Yolla yang bekerja sebagai pemandu lagu di Rumah Karaoke ini.

Kuasa hukum Farah saat ditemui usai sidang mengatakan dirinya tidak sependapat dengan dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sukisno dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya yang mendakwa dengan pasal 114 ayat (1).
“Karena dia bukan pengedar, kurir atau bandar. Kalau menurut saya dia (Yolla) cocoknya pasal 127,” ujarnya.

Masih menurut Farah, alasan dari kliennya menggunakan sabu adalah untuk menyambung hidup karena sebagai tulang punggung keluarga.

“Tadi di persidangan sudah dijelaskan, kalau dia sebagai tulang punggung keluarga. Dia harus bekerja demi menghidupi kedua anak-anaknya yang masih kecil. Dia harus fit. Beban hidupnya memang berat,” pungkas.

Untuk diketahui, terdakwa Yolla Berlin ditangkap usai membeli sabu dari Hasip (berkas terpisah). Sebelumnya terdakwa sudah menggunakan sabu bersama Surateno (berkas terpisah) di dalam kamar kosnya. Karena merasa kurang, terdakwa dan Surateno sepakat untuk membeli sabu lagi.

Saat kembali ke kosnya itulah, terdakwa kemudian ditangkap bersama Surateno. Saat dilakukan penggeledahan ditemukan alat bukti berupa botol plastik yang di pergunakan sebagai alat hisap atau bong dan juga handphone merek OPPO. Kemudian, terdakwa di bawa ke Mapolrestabes Surabaya, guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (ghofar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here