Kisah Getir Disela Serunya Arung Jeram Wartawan KOMPAK

0
47
Hasan PON Arung Jeram
Aksi Hasan (belakang) saat menjadi guide rafting rombongan watawan Kompak. (foto/dok)

PROBOLINGGO. Terselip cerita getir disela keseruaan acara rafting yang digelar Komunitas Media Pengadilan dan Kejaksaan (KOMPAK) di Songa Probolinggo, Jumat 29 Juni 2019.

Kisah pahit itu dialami Mohamad Hasan, salah satu guide yang menemani perahu karet rombongan KOMPAK. Pria itu ternyata berstatus atlet arum jeram yang berjasa mengaharumkan nama Jatim di PON 2016 di Jabar.

Hasan mendulang 1 medali emas, 2 perak dan 1 perunggu itu. Namun nasibnya tak berubah. Tak ada penghargaan yang diterima. Untuk bertahan hidup, Hasan kembalu menjadi guide arum jeram Songa, Probolinggo.

Dari jasanya bergelut dengan arus itu , rata-rata Hasan hanya bisa mengantongi penghasilan berkisar Rp 900 ribu sampai dengan Rp 1 juta setiap bulan.

“Hitungannya per trip, selain itu juga ternak sapi untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, ” ujar Hasan membuka cerita.

Empat tahun lalu, kenang Hasan, mimpinya untuk memperbaiki ekonomi sempat menyala saat terpilih masuk dalam skuat Jatim di PON 2016 yang berlaga di cabang olahraga Arung Jeram.

Hasan Arung Jeram2
Hasan saat meraih medali di PON 2016

Maklum, waktu itu terdengar kabar setiap peraih medali emas, atlet Jatim diberikan bonus sebesar Rp 100 juta rupiah.

Namun sayang, informasi yang didengarkan Hasan tidak lengkap. Bonus sebesar itu hanya diberikan kepada cabor resmi. Sedangkan cabor Arung Jeram bertsatus eksebisi dan baru pertama di pertandingan di PON.

“Sampai sekarang tidak dapat apa-apa. Kalaupun tidak sebesar itu, minimal ada perhatian atas prestasi teman-teman di PON, ” keluhnya.

Sebenarnya, lanjut Hasan, para atlet Jatim masih ingin ikut bertanding. Namun selepas PON 2016, memang tidak terdengar lagi ada kejuaran Arung Jeram.

“Kalau ada yang membina saya dan teman-teman siap bertanding lagi. Sekarang ini latihannya ya sambil jadi guide rafting ini, ” ucapnya.

Sambil menunggu kabar baik dari pembinaan olahraga arung jeram, Hasan kini hanya bisa memandangi tiga medali dan sertifikat salah ketik dari PB PON yang terpajang di dinding rumah mungilnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here