Datangi Surabaya, Uni Papua Gelar Turnamen Sepakbola  Damai

0
8
IMG 20190928 WA0024 (1)
Presiden Football for Peace Interfaith Indonesia, Zahrul Azhar Asumta saat pembukaan. (gho)
SURABAYA. Misi memupuk perdamaian di usung Uni Papua FC (Football Community). Perkumpulan sepak bola sosial itu mengelar  Football for Peace Festival di Lapangan Sepak Bola Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Lidah WetanSurabaya, 28-29 September 2019.
Sebelum di Surabaya, kegiatan ini sudah tiga kali digelar Jakarta. Selain pertandingan sepakbola, Football for Peace juga diisi dengan coaching clinic.
Beberapa tim yang berpartisipasi dalam laga perdamaian ini diantaranya perwakilan dosen Unesa, Satpol PP Surabaya, BNNK Surabaya, Unipa, Coach Uni Papua, serta Surabaya Exptas Football Club.
Tim Satpol PP Surabaya tampil sebagai juara untuk kelompok senior, setelah di final mengalahkan tim Unesa 4-1. Di kelompok junior, Jeneva FC keluar sebagai juara usai menang 3-1 atas Unipa Putih.
CEO Uni Papua FC, Harry Widjaja mengatakan Football for Peace Festival digelar untuk menyambut Hari Perdamaian Internasional yang diadakan setiap 21 September.
“Indonesia sebagai bagian dari masyarakat dunia, terlebih lagi anggota Dewan Keamanan PBB, jadi kita berpartisipasi sebagaimana masyarakat yang sadar bahwa perdamaian itu harus kita jaga bersama,” katanya.
Mimpinya, tandas Harry, Football for Peace Festival menjadi gerakan dari Indonesia untuk menyemai, merawat perdamaian, dan menjaga persatuan Indonesia melalui sepak bola.
“Jadi targetnya bukan seberapa banyak penonton atau suporter yang ada, tapi seberapa banyak keterwakilan dari setiap golongan, kelompok, agama, suku dan semua yang menjadi perwakilan negara ini ada di dalam gerakan sepak bola untuk perdamaian,” paparnya.
Sementara  Presiden Football for Peace Interfaith Indonesia, Zahrul Azhar Asumta  berharap, secara khusus Surabaya juga bisa menjadi Football Friendly City atau kota yang ramah terhadap sepak bola.
“Melalui sepak bola kita membangun anak-anak Surabaya. Kita punya Bonek, punya klub yang legendaris, dan itu adalah potensi yag baik. Sehingga kita bisa arahkan ini menjadi sebuah tempat, kawah candradimuka, karakter bagi masyarakat Surabaya,” ujar pria yang akrab dipanggil  Gus Hans.
Anggota DPRD Surabaya dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tjutjuk Supariono  yang hadir di lokasi menambahkan jika SI mendukung kegiatan ini karena juga konsen di segmen pemuda, milenial.
“Uni Papua ini unik ya, beda dengan sekolah sepak bola biasa. Jadi di sini benar-benar dididik menjadi orang yang kompeten, tidak hanya di sepak bola, tapi juga secara sosio-emosional. Keren sekali,” ujarnya. (tom)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here